Sampai beberapa hari yang lalu, seorang teman dunia maya saya ini mem-posting puisi berjudul "perempuan" karya TASARO di blog-nya. Merasa akrab dengan nama penulisnya, gue coba mengingat-ingat, kira-kira pernah dengar dimana nama TASARO. Gagal mengingat, saya pun gugling nama penulis tersebut, ternyata dia adalah salah seorang penulis berbakat, yang karya-karya nya saya kagumi.. Diantara nya,....... Ya ampun, kok bisa ya, saya malah gak ingat sama sekali dengan nama TASARO, tapi begitu tau novel-novelnya, saya langsung bisa nyambung siapa dia.
Dan kemudian kepikiran, kalo ada satu novelnya yang belum gue baca, masih di plastik, disimpan di lemari. Langsung deh gue buru-buru ngacak lemari mencari novel nya, yang pada waktu itu pun gue agak lupa judulnya.
Kebetulan, sorenya saya harus ke Medan, naik kereta api. Kesempatan yang bagus buat baca buku sepanjang perjalanan. Perjalanan 4 jam, gak terasa sama sekali karena saya asik larut dalam cerita novelnya. Sesekali menitikkan air mata begitu ada adegan sedih, atau menemukan quote yg benar-benar pas dengan suasana hati. Coba bayangkan, anda sedang berada di kereta api yang sedang melaju, di sore hari, dengan penerangan yg sedikit lebih gelap, menatap keluar jendela, sedikit gerimis yang menimbulkan suasana romantis tersendiri, dan membaca sebuah novel romantis. Apa rasanya coba?? menurut saya itu SPEKTA.
Novel yang saya baca itu berjudul, "Galaksi Kinanti; Sekali Mencintai Sudah Itu Mati". This novel is inspired by a true story.
Menceritakan tentang seorang gadis miskin bernama Kinanti yang tidak punya teman lain selain Ajuj, anak seorang Rois di desa nya. Masa lalu ibu-nya yang bersuami lebih dari satu dan ayah-nya yang seorang penjudi membuat kehidupan Kinanti semakin sulit. Hanya Ajuj yang bisa membuat Kinanti tetap tegar menghadapi hidup ini. Entah itu cinta atau tidak, Kinanti terlalu kecil untuk meyadarinya. Begitu juga dengan Ajuj, demi KInanti, di arela meninggalkan keluarga nya yang melarang nya bertean dengan Kinanti dan ntinggal di rumah mbah Gogoh, nenek tua yang tak pernah dianggap di desa itu.
Kinanti adalah gadis pintar, tapi nasib belum berpihak padanya. Demi beras 50kg, Kinanti diberikan kepada seorang agen penyalur tenaga kerja ke negara Arab. Disinilah kehidupan semakin sulit buat Kinanti. Bekerja sebagai TKI di Arab dengan majikan yang tak pernah baik, gaji tidak dibayar, dan berkali-kali berusaha diperkosa majikan, semakin mempertegas betapa malangnya nasib Kinanti. Bahkan ketika dia berpikir bahwa kehidupan di Amerika akan lebih baik, justru disanalah dia semakin disiksa oleh majikannya.
Tapi Tuhan tidak pernah telambat memberi pertolongan, melalui seorang wanita Arab yang baik hati yang menemukannya tak berdaya di sebuah mesjid, Kinanti bisa memperjuangkan haknya. Oleh pemerintah, dia diberi kesemopatan untuk kuliah. Memang dasar, Kinanti adalah wanita yang sangat cerdas, beberapa tahun kemudian dia menjadi seorang yang sangat berpengaruh di New York. Diundang sebagai pembicara di berbagai seminar dan penulis buku yang sukses.
Dalam 20 tahun perjalanan setelah keluar dari desa nya, Kinanti tak pernah sekali pun bisa melupakan Ajuj. Baik ketika dia hampir mati, kelaparan, atau[un etika dia sudah berhasilmemperoleh gelar sarjananya, dan ntah sudah berapa ratus surat yg dikirimkannya pada Ajuj tanpa ada balasan sama sekali. Nukan karena Ajuj idak mau membalas, tapi karena tak satu pun dari surat itu sampai di tangan nya. Surat itu disembunyikan keluarganya. Padahal selama 20 tahun itu juga, Ajuj melanglang buana ke seantero Bandung dan Jakarta untuk mencari Kinanti.
Jauh-jauh dari Ameerika, Kinanti mendatangi desanya dulu. Tempat dimana masa lalunya bersembunyi. Tempat dimana cinta nya ada. Ajuj, ya, Ajuj lah yangsangat ingin ditemui nya disana. Hanya untuk memastikan bahwa perasaannya masih sama seperti 20 tahun yang lalu...
Novel yang bagus. Membuka cakrawala berpikir. Novelnya sendiri udah acak-acakan karena gue stabilo-in. Banyak kata-kata yang gue suka. yang membuat gue sedikt menatap masa lalu.
Bagian yang gue suka..
Mencinta itu satu perkara, dan memiliki adalah perkara lain.
Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseoarang? Bukan karena kamu tak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu tak lagui melibatkan namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apapun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu. Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan untuk sekedar diingat.